Teknologi nilam yang dikembangkan bersama Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala berhasil meraih juara pertama dalam ajang Global Innovation Awards di Barcelona.
Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional atas inovasi penyulingan dan pemurnian nilam Aceh. Teknologi yang diusung mampu meningkatkan kadar Patchouli Alcohol hingga lebih dari 30 persen, memenuhi standar kosmetik Eropa.
Kemenangan ini memperkuat posisi nilam Aceh di peta wewangian dunia dan membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.